- KUNJUNGAN KEPALA BIDANG P2P DINKES PUNCAK JAYA DAN TIM PJ NYAoleh pkmfawi
KABID P2PL DINAS KESEHATAN PUNCAK JAYA LAKUKAN KUNJUNGAN KERJA DAN PEMBINAAN PROGRAM KE PUSKESMAS FAWI
Fawi, 9 September 2026 — Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2PL), Nelson Wonda, ST., M.Kes., bersama tim penanggung jawab program melakukan kunjungan kerja ke Puskesmas Fawi, Kabupaten Puncak Jaya, pada Rabu, 9 September 2026.
Kunjungan tersebut merupakan bagian dari kegiatan pembinaan, pemantauan, dan evaluasi pelaksanaan program pencegahan dan pengendalian penyakit di wilayah kerja Puskesmas Fawi.
Agenda utama diawali dengan pembimbingan kepada masing-masing penanggung jawab (PJ) program Puskesmas Fawi, terutama berkaitan dengan peningkatan kualitas pelayanan, pelaksanaan kegiatan program, pencatatan, serta pelaporan. Melalui pembinaan ini, setiap PJ diharapkan dapat menjalankan program secara lebih tertib, terarah, dan berkesinambungan.
Dalam kunjungan lapangan, Kepala Bidang P2PL bersama tim juga melakukan pemantauan terhadap kasus kusta dan frambusia, termasuk keluarga maupun masyarakat yang memiliki riwayat kontak langsung dengan kasus. Tim sekaligus melaksanakan pemberian obat pencegahan kepada kontak yang menjadi sasaran sesuai kegiatan program.
Perhatian khusus juga diberikan terhadap pasien filariasis yang masih memerlukan tindak lanjut penanganan di wilayah Puskesmas Fawi. Kepala Bidang P2PL melakukan evaluasi dan pengecekan langsung terhadap kondisi pasien sebagai dasar untuk menentukan langkah penanganan selanjutnya.
Pasien filariasis tersebut sebelumnya telah menjalani tindakan operasi sebanyak tiga kali, sehingga pemantauan berkelanjutan dan koordinasi antara Puskesmas Fawi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Puncak Jaya menjadi bagian penting dalam kelanjutan penanganannya.
Kunjungan ini tidak hanya berfokus pada pemeriksaan administrasi program, tetapi juga menjadi kesempatan bagi tim Dinas Kesehatan untuk melihat secara langsung pelaksanaan pelayanan di lapangan, berbagai kendala yang dihadapi petugas, serta kebutuhan tindak lanjut dalam pengendalian penyakit di wilayah kerja Puskesmas Fawi.
Puskesmas Fawi menyambut baik kunjungan dan pembinaan tersebut, karena pendampingan langsung dari Dinas Kesehatan sangat membantu petugas dalam meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus memperbaiki pencatatan dan pelaporan program.
Melalui kerja sama dan koordinasi yang berkelanjutan antara Dinas Kesehatan Kabupaten Puncak Jaya, Puskesmas Fawi, petugas program, serta masyarakat, diharapkan upaya pencegahan dan pengendalian kusta, frambusia, filariasis, dan penyakit menular lainnya dapat semakin optimal, termasuk di wilayah yang memiliki keterbatasan akses pelayanan.
“Pelayanan tidak berhenti karena keterbatasan. Dengan kerja sama, pembinaan, dan pelayanan langsung kepada masyarakat, kesehatan masyarakat di wilayah Fawi terus kita tingkatkan.”
PUSKESMAS FAWI
Dinas Kesehatan Kabupaten Puncak Jaya
Papua Tengah – 2026





- Pemeriksaan Kasus Filariasis dan Operasi Filariasisoleh pkmfawi

mengantri sebelum pemeriksaan 
Petugas Menyiapkan data Pasien 
Sedang Mengecek Kesehatan Jantung Sebeum Operasi filariasis 
Persiapan Sebelum Operasi 
Masuk Ruag OK 
Pemulihan Pasca Operasi 

Berdasarkan data hingga akhir tahun 2020-2021, Puskesmas Fawi di Kabupaten Puncak Jaya, Papua, memang menjadi pusat perhatian terkait tingginya kasus kaki gajah (filariasis). Dinas Kesehatan setempat melaporkan temuan belasan hingga puluhan warga di wilayah Fawi menderita penyakit tersebut.
Berikut adalah poin-poin terkait penanganan filariasis di wilayah tersebut:
- Temuan Kasus (2020):
- Sebanyak 23 warga Distrik Fawi ditemukan menderita kaki gajah yang disebabkan oleh cacing filaria.
- Penanganan: Dinkes Puncak Jaya fokus pada Pemberian Obat Pencegahan Massal (POPM) Filariasis di wilayah endemis, termasuk Fawi, untuk memutus rantai penularan.
- Tindakan Medis: Untuk penderita yang sudah masuk tahap kronis (seperti hidrokel/benjolan), pasien dirujuk ke RSUD Puncak Jaya untuk tindakan operasi.
Pemberian obat pencegahan massal (POPM) dilakukan secara rutin untuk menurunkan tingkat mikrofilaria di darah masyarakat agar tidak menular melalui nyamuk.
- Diskusi dr Budi Eka Wardoyo Bersama Nelson Wondaoleh pkmfawi
- Filariasis Di Wilayah Puskesmas Fawioleh pkmfawi
Berita mengenai perkembangan penanganan kasus filariasis (kaki gajah) di Puskesmas Fawi, Kabupaten Puncak Jaya (Papua Tengah) ini memang menjadi kabar baik dan merupakan sebuah pencapaian penting dalam bidang kesehatan daerah.
Berdasarkan rekam jejak penanganan kesehatan di wilayah tersebut, Nelson Wonda, S.T., M.Kes., memang diketahui memiliki peran penting, khususnya sebagai Penanggung Jawab Pencegahan Filariasis di Puncak Jaya yang telah turun langsung menangani wabah ini sejak beberapa tahun lalu.
WartaPlusTerkait dengan informasi bahwa penanganannya kini telah memasuki tahap akhir dengan rekam jejak operasi filaria yang sudah dilakukan sebanyak tiga kali, hal ini menunjukkan progres klinis yang sangat komprehensif. Berikut adalah beberapa catatan penting dari konteks penanganan ini:
-
Tindakan Medis Tingkat Lanjut: Operasi filariasis bukanlah prosedur yang sederhana, terutama di daerah dengan tantangan geografis. Dilakukannya operasi hingga tiga kali menandakan adanya intervensi medis yang intensif dan berkelanjutan untuk mengangkat jaringan yang terinfeksi atau memperbaiki saluran getah bening pasien.
-
Kolaborasi Tim Medis: Keberhasilan hingga mencapai tahap akhir ini tentu tidak lepas dari sinergi antara tenaga kesehatan di Puskesmas Fawi (termasuk tenaga medis seperti dr. Budi Eka Wardoyo), RSUD rujukan, dan Dinas Kesehatan setempat di bawah arahan Nelson Wonda.
-
Harapan untuk Rujuk Ilmu: Sebelumnya, Nelson Wonda juga pernah menyampaikan harapan agar penanganan kasus filariasis dapat dimaksimalkan langsung di daerah Puncak Jaya (tanpa harus selalu dirujuk jauh) melalui proses “rujuk ilmu” bagi tenaga kesehatan setempat. Keberhasilan operasi di Puskesmas Fawi ini membuktikan bahwa kapasitas tenaga medis lokal semakin mumpuni.
TOP-NEWS
Ini adalah langkah luar biasa untuk membebaskan warga Distrik Fawi dari penyakit endemik tersebut.
Apakah Anda saat ini sedang terlibat langsung dalam program kesehatan di Puncak Jaya, atau sedang mengikuti perkembangan beritanya untuk kebutuhan riset/laporan?
WartaPlus
dok sewon 
oppo_2 -
- Program Jaminan Persalinan untuk Ibu Hamiloleh pkmfawiPuskesmas Fawi menyediakan layanan kesehatan ibu dan anak (KIA) termasuk persalinan, didukung tenaga kesehatan terlatih untuk memantau kehamilan, persalinan, dan nifas. Sebagai FKTP, Puskesmas Fawi menerima peserta BPJS Kesehatan/JKN untuk persalinan gratis. Layanan KIA bertujuan mendeteksi dini komplikasi dan memberikan edukasi.
- Layanan 24 Jam: Puskesmas umumnya menyediakan layanan darurat KIA, namun disarankan mengonfirmasi keaktifan layanan 24 jam langsung ke Puskesmas Fawi.
- Persyaratan: Ibu hamil harus terdaftar sebagai peserta aktif BPJS Kesehatan/JKN dan membawa kartu KTP/JKN.
- Cakupan: Layanan meliputi pemeriksaan kehamilan (ANC), persalinan, dan nifas.
Pastikan status kepesertaan BPJS aktif melalui aplikasi Mobile JKN sebelum persalinan..



